PEKANBARU – Setelah melakukan pemasangan alat perekam data transaksi online (tapping box) di pusat perbelanjaan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru memasang tapping box di sejumlah hotel. Saat memasang tapping box, kendala yang sama masih sering terjadi layaknya di sejumlah pusat perbelanjaan.

Kepala Bapenda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, dalam pemasangan alat tapping box di hotel, pihaknya masih menemukan adanya managemen hotel yang meminta tim IT nya tiba di Pekanbaru terlebih dahulu.

“Seperti yang terjadi saat tim akan memasang alat tapping box di hotel Pangeran, Grand Central dan Novotel. Pihak tiga hotel tersebut belum mau dipasangi alat tapping box dengan alasan harus menunggu IT nya terlebih dahulu,” ungkap pria yang akrab disapa Ami, Jumat (9/11/2018).

Hasil gambar untuk tapping box pekanbaru

Dijelaskan Ami,  sementara  untuk Hotel Swiss Bell dan Hotel Arya Duta, alat tapping box nya sudah terpasang. Namun belum bisa diaktifkan karena pihak hotel juga beralasan harus menunggu tim IT nya terlebih dahulu.

“Hotel-hotel di atas itu, beralasan tunggu IT nya dulu. Tapi kami tidak mau menunggu terlalu lama, kami beri batasan waktu seminggu atau paling lama dua minggu untuk mendatangkan tim IT nya. Jika belum juga, maka kami lakukan tindakan tegas,” tutup Ami. (Bapenda)

Comments

comments

Previous post

PAD 9 Sektor Pajak Pemko Pekanbaru Meningkat 10,19 Persen

Next post

Bapenda Pekanbaru Terus Gesa Pemasangan Tapping Box

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *