Pekanbaru, 24-08-2017, 18.05 WIB

Keseriusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru  untuk “menggarap”  pajak restoran medio bulan Juli dan Agustus 2017 terlihat dari intensitas pelaksanaan evaluasi terhadap berjalannya kegiatan “bulan restoran”. Tak kurang dalam kurun waktu sebulan ini telah tiga kali diadakan rapat evaluasi untuk mengetahui perkembangan progress kegiatan yang telah dilaksanakan. Sehubungan dengan berakhirnya periodesasi “bulan restoran”  kembali diadakan rapat evaluasi pada Rabu 23-8-2017 yang dipimpin langsung Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Drs. H. Azharisman Rozie, M.Si.  Turut hadir Sekretaris Badan Drs. H. Kendi Harahap, MT ;  Kabid Penagihan Hj. Dahliani, SE, M.Si ; Kabid Retribusi Yusniar, S.Sos ; Kabid Pajak Daerah Lainnya Andri Yulius Hamidy, ST, M.Si selaku leading sektor bersama Kasubid Pajak Hotel, Hiburan, Restoran dan Parkir Iwandri, SE, M.Si; Kasubid Pajak Reklame Helda Syamsir, S.Sos.

Sementara itu sebagai peserta rapat dari UPTB hadir lengkap masing-masing Kepala UPTB bersama Kepala Tata Usahanya, seperti dari UPTB Bukit Raya hadir Indah Rasuta, S.IP bersama Riski Emilia Firdaus, SE, dari UPTB Marpoyan Damai hadir Trio Fitriagus, SE bersama Fakhruddin, SP; dari UPTB Payung Sekaki tampak H. Hasan Nusi, SE bersama Agussalim, S.Sos; dari UPTB Tenayan Raya hadir Zulharijan, SE bersama Rina Rosari, S.Sos ; UPTB Tampan Eddy Lazuardi, SE, M.Si bersama Doni Akbar, SE ; UPTB Rumbai Yuherman. N, SE bersama Neng Sri Hartuti, SE ; dan UPTB Pekanbaru Kota Deni Wardana, SE hadir bersama Fadhli Kurniansyah.

“Keterbatasan pendanaan dari pusat dan implementasi essensi otonomi  agar daerah mampu membiayai diri sendiri mengharuskan kita untuk piawai menggali potensi PAD Kota Pekanbaru” tegas Haris pada saat memberikan arahan. “Badan Pendapatan Daerah selaku koordinator penerimaan PAD harus mampu merealisir target penerimaan  pajak daerah yang menjadi kewenangannya, karena PAD menjadi salah satu tumpuan pembiayaan daerah.   Sesuai dengan rencana,  untuk kali ini yang kita “garap” adalah pajak restoran, sedangkan pajak daerah lainnya akan kita jadwalkan pada bulan berikutnya. Untuk itu saya ingin mengetahui sampai sejauh mana progres kegiatan “bulan restoran” yang dilakukan UPTB di lapangan setelah evaluasi kedua kemarin” lanjut Haris lagi.

Kesempatan pemaparan pertama diberikan kepada UPTB Bukitraya yang disampaikan Indah Rasuta yang merupakan Kepala UPTB wanita satu-satunya dari UPTB Pendapatan yang ada.  Dari 177 jumlah restoran yang terdaftar di Sisdurpatda, terdapat 86 buah restoran yang berada diluar wilayah kerja UPTB Bukit Raya,  restoran aktif sebanyak 151, non aktif sebanyak 11, yang tutup 43, tidak ditemukan di alamat yang ada sebanyak 78 restoran sebut Indah. Akhirnya setelah diverifikasi tercatat finalnya  sebanyak 150  restoran yang menjadi kewenangan UPTB Bukit Raya. Selanjutnya 150 restoran ini ditayangkan Indah dan telah teridentifikasi by name by address lengkap dengan jenis makanan yang dijual serta jumlah pembayaran yang dilakukan. Dari pendekatan jumlah pembayaran yang dilakukan 3 bulan terahir (Mei, Juni, Juli 2017) dapat diestimasi penerimaan per bulan.  Setelah diakumulasi  dari 150 restoran tersebut , diperkirakan penerimaan pajak restoran dari UPTB Bukit Raya sebesar Rp.  1.312.100.000,- perbulan. Jujur, estimasi ini belum berdasarkan pendataan dengan cara menempatkan petugas di masing-masing restoran,  baru sebatas estimasi dengan pendekatan trend penerimaan per triwulan jelas Indah.  Setelah pemaparan dari Bukitraya selanjutnya berturut-turut Kepala UPTB lainnya menyampaikan expose dimulai dari UPTB Payung Sekaki, Marpoyan Damai, Pekanbaru Kota, Tampan, Tenayan Raya, dan kesempatan terakhir UPTB Rumbai.

Dari expose Kepala UPTB secara umum dapat disimpulkan bahwa masing-masing UPTB sudah memiliki database restoran yang merupakan hasil verifikasi dari data yang ada di Sisdurpatda, walaupun tidak dinafikan  masih ada UPTB yang belum tuntas memverifikasi mengingat luasnya wilayah kerja dan banyaknya jumlah objek pajak restoran. Berdasarkan expose tersebut  setelah perkiraan penerimaan ketujuh UPTB diakumulasikan, diperoleh estimasi rata-rata penerimaan pajak restoran sebesar 7,5  sampai 8 Milyard  per bulan. Dengan assumsi penerimaan tersebut berarti jika jumlah ini dikali 4 bulan yang tersisa menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2017 diperkirakan perolehan penerimaan dari pajak restoran sekitar 32 Milyard lagi. Itu berarti jika ditambah dengan perolehan sampai dengan tanggal 23-8-2017 sebesar Rp. 49.552.558.440,- perkiraan penerimaan dari sektor pajak restoran berjumlah sekitar Rp. 81.552.558.440,- sampai dengan Rp. 85 Milyard. Angka 85 M dimungkinkan karena diperkirakan masih ada objek pajak restoran yang baru atau upaya ekstensifikasi objek pajak ujar Haris dengan nada optimis.

Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak restoran tahun 2016 yang lalu sebesar Rp. 63.798.788.262,- terdapat kenaikan secara nominal sebesar Rp. 21.201.211.738,- atau setara kenaikannya dengan  33,23 %. Namun jika dibandingkan dengan target pajak restoran di APBD murni TA 2017 jumlah yang dicapai cukup significant dibanding potensi yang ada. Oleh karena itu dengan gambaran estimasi penerimaan pajak restoran yang kita “bedah” saat ini mengharuskan kita untuk  bekerja lebih keras lagi agar dapat meraih target yang telah ditetapkan urai Haris.  

Dipenghujung pertemuan Haris minta kepada jajarannya untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut. “Pertama, perbaiki data. Data yang belum terverifikasi di beberapa UPTB agar diperbaiki. Diberikan waktu seminggu bagi UPTB untuk melakukan penyempurnaan data.  Kedua, masing-masing Kepala UPTB agar menetapkan goal, selanjutnya buatkan progres pencapaian goal, dan seterusnya adakan review.   Ketiga, Kepala Bidang Penagihan dan Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya untuk segera mengolah data penerimaan  yang ada. Tentukan skala prioritas, mana wajib pajak restoran yang mesti diadakan pemeriksaan, mana yang akan diberi teguran dan mana yang mesti diedukasi pungkas Haris.  (Tim Humas).  

Previous post

SEMARAK MEMERIAHKAN HUT RI KE 72 ALA DWP BAPENDA

Next post

GILIRAN BTN “MELIRIK” BAPENDA

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *