Pekanbaru, 30-09-2017, 16.15 WIB

Sabtu, 30-09-2017 suasana berbeda terlihat jelas dikantor Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru (Bapenda), banyaknya masyarakat datang dan pergi ke Kantor Bapenda yang berada di jalan Teratai No. 8, sedangkan kantor- kantor yang ada disekitarnya terlihat sepi tanpa aktifitas. Memang pada hari ini Bapenda menambah hari kerja dengan membuka pelayanan pembayaran PBB, karena bertepatan dengan jatuh tempo PBB, yang akan berakhir pada hari ini tanggal 30 September 2017. Informasi pembukaan pelayanan ini juga sebelumnya telah disebarkan, baik itu melalui media sosial maupun media cetak, dan hasilnya direspon dengan sangat baik oleh masyarakat, hal ini tergambar jelas dari suasana yang ramai dan antusias warga yang datang melakukan pembayaran, baik itu yang antri dibangku tunggu payment point Bank BNI maupun diruang pelayanan Bapenda.

Pelayanan pembayaran ini juga dibuka serentak di 7 UPT Bapenda, yaitu UPTB Pekanbaru Kota, UPTB Tenayan Raya, UPTB Marpoyan Damai, UPTB Bukit Raya, UPTB Tampan, UPTB Payung Sekaki, UPTB Rumbai yang tersebar diseluruh Kota Pekanbaru. Dengan start pelayanan pada pukul 08.00 dan closing pelayanan pukul 14.00 WIB, ada banyak sekali masyarakat yang memanfaatkan fasilitas yang diberikan Bapenda dan hasilnya terbilang cukup memuaskan. Salah satu warga yang dijumpai bernama ibu Hanin menyampaikan ”kami sangat senang dengan dibukanya pelayanan dihari libur ini, kalau hari kerja susah pak, karena sibuk tak punya waktu, “ ucapnya. Ketika ditanya  mendapatkan informasi dari mana bahwa Bapenda tetap melakukan pelayanan pada hari libur ibu Hanin menyampaikan bahwa dia melihat adanya sepanduk yang menyatakan Bapenda buka di hari sabtu.

Sekretaris Bapenda Drs. H. Syoffaizal, M.Si menyampaikan dengan dibukanya pelayanan ini selain untuk mendongkrak penerimaan daerah juga untuk membantu masyarakat agar terhindar dari denda. “maka kita buka pelayanan dihari terakhir walaupun hari libur,” tutur Syoffaizal. setelah hari ini, jika tidak ada perubahan kebijakan, wajib pajak yang akan melakukan pembayaran setelah masa jatuh tempo berakhir akan langsung di kenakan denda,  sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 08 tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pasal 10 ayat (3), SPPT yang tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan  sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) perbulan, tegas Syoffaizal.

Sejak dibuka pukul 08.00 s/d 14.00 WIB tercatat secara keseluruhan ada 1.077 transaksi, baik itu melalui counter BNI, pelayanan pembayaran manual Bapenda, maupun melalui UPT Bapenda. Dari transaksi yang dilakukan didapatkan nilai pemasukan penerimaan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp. 351.151.699,-. Dengan rincian pembayaran melalui payment point BNI sebesar Rp. 132.322.956,- melalui pembayaran manual Bapenda Rp. 84.186.870,- dan dari total 7 UPTB sebesar Rp. 134.641.873,-.

Terpisah Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Drs. H. Azharisman Rozie, M.Si menyampaikan agar kita jangan dulu berpuas diri dengan apa yang telah diperoleh . Untuk kedepannya Haris meminta kepada Kepala Bidang PBB dan BPHTB khususnya serta seluruh jajaran pegawai Bapenda umumnya agar membuat terobosan yang lebih lagi, “pertajam penerimaan dari PBB-P2 dan BPHTB”, dan hal ini tentunya akan bermuara kepada peningkatan penerimaan PAD Kota Pekanbaru, selain itu Haris juga menginstruksikan agar kita dibulan oktober dapat fokus untuk jemput bola, terutama untuk wajib pajak dengan nilai pajak diatas 5 juta (buku 5). Tidak lupa Haris mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Pekanbaru, yang telah meluangkan waktunya membayar Pajak Bumi dan Bangunannya. Karena sejatinya pajak yang dibayarkan ditujukan untuk membangun Kota Pekanbaru yang kita cintai. (Tim Humas)

Previous post

HARI LIBUR JATUH TEMPO PBB, BAPENDA KOTA PEKANBARU TETAP BUKA

Next post

BAPENDA SAMBANGI PLN BAHAS PPJ

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *