PEKANBARU – Serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru mencapai Rp441 miliar. Jumlah itu sudah melebihi 50 persen dari target tahun ini sebesar Rp799 miliar.
 
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menyebut, jumlah itu total dari 11 jenis pajak yang ada di instansi tersebut. Penerimaan terbesar saat ini berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). 
 
“Sampai kini sudah Rp441 miliar dari 11 pajak. Yang terbesar dari BPHTB sebesar Rp122 miliar,” kata Ami sapaan akrab, Zulhelmi, Kamis (16/11/2018).
 
Sementara pajak yang minim saat ini adalah pajak walet yang hanya mencapai Rp16 juta. Minimnya pendapatan dari sektor walet ini diakuinya lantaran belum tergarap dengan maksimal. 
 
“Selain itu, sarang walet sekarang kan tidak terlalu banyak. Harga jual juga tidak menentu. Kadang naik, kadang turun,” jelasnya. 
 
Lanjutnya, sampai akhir tahun nanti, Bapenda terus lakukan penarikan di 11 sektor pajak tersebut. Salah satu upaya mendongkrak kenaikan PAD, pihaknya juga melakukan pemasangan tapping box.
 
“Sampai kini sudah ada 105 unit tapping box kita pasang. Kita optimis bisa mendongkrak PAD, dengan pasang itu (tapping box) pengusaha akan jujur,” kata dia. 
 
Ditanya berapa kemungkinan PAD yang akan tercapai hingga akhir tahun, Ami menyebut sekitar Rp500 miliar lebih. “Harapan kita mencapai Rp500 miliar lebih. Tapi kita akan turun terus tarik potensi pajak,” jelasnya. (Bapenda) 

Comments

comments

Previous post

Bapenda Pekanbaru Ingatkan Pengusaha Reklame Untuk Taat Bayar Pajak

Next post

BAPENDA : 900 Wajib Pajak di Pekanbaru Masih Menunggak

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *